Selasa, 20 Maret 2012

Cara Membuat Email Google 01 March 2012 Untuk membuat sebuah akun email di google, silahkan kunjungi situs mail.google.com, kemudian klik BUAT AKUN di pojok kanan atas, kemudian isi semua data yang diminta seperti, nama depan, nama belakang. Berikutnya masukan alamat email yang diingini. Penting ! untuk Login Name (Nama Masuk-Log) ini harus benar-benar yang mudah diingat karena ini merupakan ID google yang akan selalu digunakan dikala kita masuk untuk membuka kotak surat untuk melihat surat yang masuk serta masuk untuk edit blog yang kita buat menggunakan domain blogspot.com dan juga untuk kepentingan lainnya. Jadi google ID ini sangat penting untuk diingat, begitu juga dengan password email. Sebelum melangkah lebih jauh silahkan klik tab Cek Ketersediaan untuk memastikan apakah ID tersebut sudah digunakan orang lain atau tidak, bila sudah digunakan orang lain maka silahkan ganti ID yang ada dengan ID yang lain, sampai dengan muncul pesan Tersedia. Isi kata sandi untuk email anda, password yang kuat adalah password yang dibuat menggunakan gabungan huruf besar (capital) dan kecil dikombinasikan dengan angka sehingga sulit untuk ditebak, dan jangan sekali-kali menggunakan tanggal lahir sebagai password. Sayarat minimum kata sandi adalah 8 huruf/caracter. Pilih salah satu bentuk pertanyaan keamanan, pertanyaan keamanan ini juga penting sekali apabila suatu saat kita lupa akan password yang kita buat sendiri atau password diubah orang lain. Oleh karena pertanyaan keamanan ini penting maka sebaiknya pertanyaan yang dipilihpun kira-kira tidak bisa dijawab oleh orang lain, melainkan anda sendiri. Oleh karena pertanyaan yang ada bersifat umum maka sebaiknya anda membuat pertanyaan untuk anda sendiri misalnya : Nama Panggilan pacar pertama saya ?. Untuk jawabannya anda ketik pada bagian Jawaban. Email pemulihan silahkan masukkan alamat email selain google, misalnya email di yahoo atau email dengan domain berbayar lainnya. Tentukan Lokasi Negara anda, pilih Indonesia kalau anda berada di Indonesia, dan pilih Malaysia apabila anda berada di Malaysia. Selanjutnya isi tanggal lahir anda dengan format tanggal/bulan/tahun. Berikutnya ketik kata Verifikasi yang ada dalam kotak dan jangan lupa untuk centang pada Saya menyetujui Persyaratan dan Kebijakan Privasi Google, dan klik Saya Menerima. Buat Akun Saya. Klik Tunjukkan Akun saya. Anda sudah selesai membuat akun email di google dan berhasil, silahkan anda gunakan akun google tersebut untuk keperluan anda sendiri, misalnya membuat akun Facebook, membuat blog gratis dengan domain blogspot.com maupun membuat blog berdomain gratis lainnya.
Hujan yang Membawa Ilmu Pengetahuan Di suatu daerah, yang terletak di jakarta, terdapat dua orang pemuda bernama Joni dan Bagas. Joni adalah anak yang lugu dan selalu menuruti perintah temannya. Sedangkan Bagas adalah anak yang pemberani, jika bicara tak terkontrol dan suka memerintah. Mereka berencana untuk belibur. ”Jon, liburan semester ini enaknya kita kemana?” Bagas bertanya pada Joni. ” Ya aku sih terserah kamu.” Joni menjawab sekenanya. ”Dasar, kalau ditanya selalu menjawab terserah. Ya sudah, kita ke gunung sajah! Terserah, kamu mau ikut atau tidak.” Mendengar jawaban Joni yang tak bersemangat Bagas langsung menentukan rencana liburan mereka. ”Baiklah, aku mau. Dari pada aku tidak kemana-mana.” Joni menyetujui usul Bagas. ”Karena orang tua kamukan uangnya banyak, kamu yang membawa segala perbekalannya yah!” Bagas memerintah Joni. ”Yasudah, tak apa-apa.” Akhirnya, mereka setuju untuk berkemahan di suatu gunung tersebut. Gunung tersebut cukup jauh dari tempat tinggal mereka. Untuk menuju ke kaki gunung itu mereka harus menempuh perjalanan sekitar 3 sampai 4 jam dengan menaiki kendaraan, dan sekitar kurang lebih 1 hari untuk menaiki gunung tersebut. Joni dan Bagas pun menyiapkan segalanya untuk semua itu. Bagas, menyiapkan perlangkapan perkemahan, sedangkan Joni menyiapkan perbekalan untuk di sana, seperti makanan dan obat-obatan. Pada hari yang telah ditentukan bersama, mereka pun berangkat ke tempat itu. Setelah sampai di kaki puncak gunung, hari telah sore, mustahil bagi mereka untuk melanjutkan pendakian mereka ke puncak gunung itu. Selain itu, langit tampak sangat mendung dan gelegar halilintar terdengar ketelinga mereka. Hujan pun turun sesaat kemudian disertai hembusan angin yang cukup kencang menerpa tubuh mereka. Tampak wajah Joni yang ketakutan atas fenomena alam ini. ”Gas, gimana nih Gas? Aku takut sekali. Malahan tidak ada orang selain kita.” Joni ketakutan memanggil Bagas. ”Diam…!!! Kamu kok penakut sih? Emangnya kalau tak ada orang selain kita kenapa? takut mati karena tersambar petir? Kamu punya iman tidak? Hidup mati kita itu ditangan tuhan! Tahu tidak kamu?” Bagas membentak Joni agar Joni berhenti mengeluh takut. Joni pun menangis atas perlakuan Bagas terhadapnya. Bagas tersenyum kecil melihat wajah Joni yang pucat itu. ”Duh kacian, kamu menangis? Sinih, aku elap air matamu! Duh, orang ganteng begini sampai aku buat nangis. Maafin aku deh sayang, aku Cuma mengetes mental kamu doang, masa sih baru dibentak gitu doang udah nangis.” Dengan nada bercanda Bagas mengelap air mata Joni dengan handuk kecil miliknya. Hujan semakin deras, pakaian mereka pun telah basah kuyup dibuatnya. Bagas mengambil langkah-langkah positif atas semua ini. Dia ambil empat helai kantong pelastik besar dari ranselnya, dua pelastik sebagai penutup kepala mereka, dan dua lagi untuk ransel mereka. Kemudian tiba-tiba, seorang laki-laki yang mengendarai sebuah oplet tua dan berjalan menuju mereka. ketika lelaku itu tepat di depan mereka, ia bertanya, ”Kalian sedang apa hujan-hujanan di sini?” ”Kami adalah pendatang Pak, tujuan kami di sini hendak melakukan pendakian terhadap gunung ini. Tetapi, takdir bekehendak lain. Hujan turun terus-menerus hingga membuat menangis teman saya.” Jawab Bagas. Tampak muka Joni agak memerah karena telah dipermalukan oleh Bagas. Kemudian, lelaki itu berkata lagi, “Waduh, kok ganteng-ganteng gini menangis sih? Hehehehe… Mari, ikut ke rumah Bapak saja! Sambil menunggu hujan redah.” “Apa-apaan sih kamu, Gas! Kamu kok tega sih mempermalukan aku! Kan tadi kamu yang membentak aku, sehingga aku menjadi menangis.” Joni bersungut-sungut kesal pada Bagas. Bagas tersenyum saja mendengar perkataan dari Joni. Bagas berkata, ”Hehehehehe… Iseng saja. Habis aku ingin melihat kamu marah-marah Di depanku hehehe…” Joni kemudian membentak bagas,”Bagas…! Bukan gitu caranya…!” Bagas kembali menggoda Joni, ”Habis caranya gimana dong sayang? Hehehe…!” Hampir saja tangan Joni melayang ke mulut Bagas, namun berhasil ditangkis oleh Bagas. lelaki itu bingung melihat perilaku Bagas dan Joni, “Kok kalian berdua malah bertengkar sih? Mau ikut Bapak tidak? Kalau tidak yasudah! Bapak masih banyak urusan.” Spontan Bapak itu melajukan mobilnya, Bagas berteriak memanggillelaki itu untuk berhenti untuk berhenti, kemudian menaiki oplet tersebut. Sesampainya mereka di rumah lelaki tersebut, mereka dipersilahkan masuk dan diberikan handuk untuk mengeringkan badan. “Silahkan duduk nak! Kalian mau minum apa? Kopi, teh, atau susu? Apa mungkin mau es teler? Tapi maaf nak, kalau es teler Bapak nggak punya! Hehehehe…” “Kalau fanta atau teh botol ada tidak pak? Hehehehe… Bercanda Pak! Kalau saya teh es manis hangat tidak pakai gula saja Pak. Tidak tahu nih Pak teman saya, kamu mau minum apa Jon?” Bagas balas bercanda menanggapi lelaki itu. ”Sudah Pak, saya air putih hangat saja.” Joni menjawab sungkan. “Ya sudah sebentar! Bapak akan perintahkan anak Bapak untuk membuatkannya.” Lelaki itu memanggil anaknya membuatkan minum untuk mereka. ”Oh yah, kita belum kenalan nih. Nama bapak ,Purwanto Wijaya, Saya sering dipanggil Bapak Wijaya atau PakPur, oleh masyarakat sekitar. Profesi saya adalah penyiar di sebuah setasiun Radio dan profesi sampingan saya adalah narik oplet. Hobi saya adalah melukis. Kalau anda berdua siapa?” Pak Pur menganalkan diri pada Bagas dan Joni ”Kalau nama saya Bagas Pak, saya kelas 3 Disebuah SMA negri di jakarta, saya pecinta alam.” Bagsa mengenalkan dirinya. ”Saya joni Pak, sekolah saya sama dengan dia, hobi saya adalah membaca dan menulis beberapa karya tulis. Yah, walau pun karya-karya saya belum pernah diterbitkan. Tetapi saya terus-menerus membuat karya-karya tersebut.” Joni juga memperkenalkan dirinya. ”Iya Pak, hampir semua perasaan dia dituangkan ke karya-karyanya itu. Dia marah pun bisa dia bikin menjadi sebuah puisi. Hehehe…” Bagas kembali menggoda Joni, Joni hanya tersenyum mendengar kata-kata dari bagas. “Hobi-hobi kalian bagus kok, tinggal di kembangkan saja!” kata Pak Pur menanggapi perkenalan mereka Tak lama kemudian, anak Pak Pur datang menghidangkan tiga gelas minuman untuk mereka. ”Pak, nih minumannya, mas, silahkan diminum!” anak Pak Pur mepersilahkan agar minuman yang telah ia hidangkan di minum. “Iya, terimakasih yah!” Bagas melirik anak Pak Pur yang cantik. Dia berbisik kepada Joni, ”Ssst, Jon, cantik yah!” ”Iya gas! Kamu suka dengannya? Si Mira gimana?” ”Itu dapat diatur Jon! Hehehe… Ah becanda doang kok Jon, lagiankan si Mira itu telah sepenuhnya memberikan cintanya untukku, masa aku tega sih menduakan cintanya. Hehehe…” “kalian membicarakan siapa?” Pak Pur heran melihat Joni dan Bagas yang saling berbisik. “Tidak kok Pak, kami… Cuma membicarakan anak Bapak, Dia cantik yah Pak…!” Bagas menjawab malu-malu. Beliau hanya tersenyum dan berkata, ”oh… Anak saya, ah biasa sajah kok…! Kalau mau tahu nama Anak saya adalah Shinta Rahma Wijaya. Dia sering dipanggil Rahma atau Shinta. Dia hobi membuat suatu kerajinan tangan terutama yang menggunakan manik-manik, dia juga aktif di dalam ekstrakulikuler. Dia juga ikutan osis dan KIR serta menjadi Pemimpin Umum majalah di sekolahnya. “ ”Oh… Gitu yah Pak.” Koor Bagas dan Joni. Masih banyak yang lain yang mereka obrolkan. Pak Pur memperlihatkan kerajinan tangan yang ia dan anaknya buat pada mereka. Mereka sangat kagum terhadap hasil-hasil karya tersebut. Joni dan Bagas juga melihat proses pembuatan sebua kerajinan tangan yang berbentuk tas dari manik-manik yang di buat oleh anak Pak Pur. Akhirnya, hujan tak kunjung reda juga, PakPurwanto pun menawarkan untuk menginap di rumahnya. Mereka pun menerima tawaran itu. Keesokan harinya, Joni dan Bagas mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalanan mendaki gunung tersebut. Mereka memutuskan untuk kembali ke jakarta. Dan mereka cukup puas karena mereka telah berkunjung ke rumah Pak Pur yang seorang pengrajin. Setidaknya mereka mendapatkan ilmu pengetahuan yang sangat berharga dari liburan kali ini.
THESE TOO SHALL PASS Alkisah, ada seorang raja yang amat sangat berkuasa bernama Sulaiman. Kekuasaan dan kekayaan nya tiada tara. Suatu hari dia berkata kepada para menterinya, “ Hidupku ini bagaikan sebuah depresi yang tak berujung. Saat semua berjalan sesuai kehendakku, aku takut bahwa itu tidak akan lama. Saat semua berjalan tidak sesuai kehendak ku, aku takut bahwa kekecewaanku tidak akan berakhir.” Sulaiman kembali berujar, katanya, “ aku bermimpi akan adanya sebuah cincin yang mempunyai pengetahuan yang dapat memberikanku ketentraman batin. Carilah itu dimanapun adanya, belilah dengan harga berapapun juga, dan bawalah itu sebelum hari raya Sukot, 6 bulan dari sekarang. Semua menteri beserta punggawa2nya pergi mencari ke seluruh dunia, desa, kota , kabupaten, kotamadya, bahkan mencari di kaum pandai besi maupun pandai emas di seantero negeri, namun cincin tersebut bagaikan sebuah cerita fiktif dan perintah raja bagaikan titah yang mustahil dilakukan. 6 bulan kemudian, sehari sebelum hari raya Sukot, para menteri beserta punggawa2 nya pun menyerah. Tidak ada seorang pun di dunia yang pernah mendengar tentang cincin itu. Namun, ada satu perwira muda yang tidak menyerah jua. Dia tetap mencari semalaman, hingga suatu dini hari, sebelum fajar menyingsing, dia mendapati dirinya ada di distrik termiskin di kota Yerusalem. Di distrik itu, dia bertemu dengan seseorang tua yang mempunyai toko perhiasan yang sangat sederhana. Sebagai upaya terakhir, sang perwira ini menjelaskan tentang cincin itu dengan lemas dan terbata bata, seakan berpikir, “ ah tidak ada salahnya mencoba, walau maybe hasilnya sama aja.” Sang pemilik toko diam sejenak lalu mengambil sebuah cincin dari emas yang sangat biasa, tidak ada istimewa2 nya. Sang pemilik toko lalu mulai menorehkan grafir di cincin itu, sebelum menyerahkan kembali kepada sang perwira. Sang perwira begitu membaca tulisan di cincin langsung berkata, “ INI DIA”. Malam harinya, di acara perayaan Sukot, sang raja bertanya, “ sudahkah kalian menemukan cincin itu?” Perwira itu berteriak, “ sudah” sambil memberikan cincin itu ke tangan raja. Raja menerima cincin itu dan melihat tulisan dalam bahasa ibrani yang terukir di dalamnya bertuliskan…. Gam Zeh Ya’avor.- Yang artinya… Ini pun akan berlalu…. Friends, what is 2011 for you guys…some of you say, it is hard..penuh gejolak, tantangan, darah dan air mata… some of you think that the hardship of life is going to haunt you all the way down to 2012… BUT REMEMBER…. Every moment brings you happiness or sorrow. Every stroke with the brush on your canvas of life is either lead us to happiness or sorrow. Banyak orang menjalani kehidupan mereka seolah2 kebahagiaan dan tragedi adalah sesuatu yang permanen. Jika anda sedih…INI AKAN BERLALU Jika anda sedang pengangguran..INI PUN AKAN BERLALU.. Jika anda sedang diambang kepailitan…INI JUGA AKAN BERLALU Jika anda sedang bertarung dengan penyakit…INI PASTI AKAN BERLALU… Kawans, nothing is permanent in life…baik kesulitan maupun kesenangan…teruslah syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugrah…baik dalam sedih maupun senang…just cherished the bright side of life..and never regret, coz life itself is a miracle..every minute of the day…JUST REMEMBER GAM ZEH YA’ AVOR- THESE TOO SHALL PASS… Merry Christmas 2011 and Happy New Year 2012…
Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu, tak terasa umur ini semakin menipis. teringat cerita sewaktu aku masih dalam kandungan di perut seorang ibu selama 9 bulan, tak pernah lelah dan tak kenal pamrih. Akhirnya aku berada di dunia ini, dan melihat isinya. sepanjang waktu berjalan, Umur 1 tahun, aku masih tertatih-tatih untuk melangkah, akan tetapi dengan usaha orang tua ku, akhirnya aku dapat berjalan dan melihat betapa menakjubkannya ciptaan Allah SWT di luar sana. Umur 5 tahun, aku belajar mengendarai sepeda, jatuh bangun berusaha untuk bisa mengendarainya, dan pada akhirnya aku dapat juga mengendarai sepeda. Umur 13 tahun, aku mulai mengenal apa itu namanya game online, pertama-tama memang mengasyikan tetapi seiring waktu berjalan ternyata hanya menghabiskan tenaga dan waktu ku. Aku hancur di umur ku yang 13, karena mengerjakan sesuatu yang kurang bermanfaat, dan Pada akhirnya aku berumur 16 menjelang 17 ini lah saat nya ku mengambil sikap apa yang harus kupilih dan apa yang harus ku tinggalkan, meskipun itu meninggalkan sesuatu yang berharga. Dan aku berharap di umur yang semakin menipis, Allah SWT mau memaafkan hambanya yang selama ini selalu menyia-nyiakan waktu nya untuk sesuatu yang kurang bermanfaat. dan akhir kata pada teman-teman muda. mari kita isi waktu kita dengan sesuatu yang berguna, jangan membuang-buang waktu kita untuk hal yang kurang bermanfaat.